"When the children cry
Let them know we tried
'cause when the children fight
Let them know it ain't right
When the children break
Let them know we're awake
'cause when the children sing
The new world begins"
itu cuplikan syair white Lion-When The Children Cry
Yang belum pernah denger,,dengerin ya, pasti bakalan terhanyut dalam lagu itu,,
bagi yang ga tau bahasanya :D,,tetep dengerin saja, ga dilarang kog, tapi jangan lupa bawa kamus buat nerjemahin syair lagunya,,tentunya kamus yg dipakai Inggris-Indonesia,,hahaha
Oh iya,,Kalau kita benar-benar pahami makna lagu ini, pasti kita akan terperanjak dan sadar bahwa,,Betapa berharganya seorang ANAK dalam kehidupan ini.
sekalipun dia bukan putra kandung namun jika kita memiliki malaikat kecil seperti mereka, hidup kita terasa lebih memiliki arti dan makna. tentunya tujuan hidup pun lebih terarah.
Namun, kenapa di luar sana "ada" bahkan "banyak" yang merasa kalau seorang anak itu hanya sebuah "beban","pengacau", "penghancur" dan masih banyak ungkapan lain yang seakan menghujat keberadaan seorang anak. Eits, jika anda salah satu yang mengatakan demikian, dengan berat hati saya katakan, anda terlalu egois dan salah. Coba telaah lah kembali dari berbagai segi, bahkan Tuhan pun punya rencana dan tujuan tersendiri ketika Dia menghadirkan mereka (anak) di tengah-tengah kehidupan kita.
Segala persepsi buruk akan kehadiran seorang anak sejujurnya lebih disebabkan oleh keadaan, entah keadaan ekonomi, keadaan fisik seorang anak, ataupun keadaan2 yang lain.
Memang terkadang seorang anak merisaukan orang tuanya karena tingkah laku ataupun karena kendala prestasi saat mereka menuntut ilmu. Bahkan yang sedang menjamur adalah terjerumusnya anak-anak dalam dunia punk. Siapa yang salah ?? Anak?? Orang tua??,,tak ada yang bisa di salahkan, karena keduanya punya alasan tersendiri. Tak sejalannya alasan dan pemikiran antara orang tua dan anak inilah yang menyebabkan perseteruan hingga akhirnya mereka tak sejalan dalam kehidupan keluarga.
Dari sejak nenek moyang masih seorang pelaut hingga jadi seorang petinggi negara,,:D,,saran utama sebagai langkah awal mengatasi keadaan tersebut adalah komunikasi. Komunikasi bukan dengan media perantara namun dengan cara langsung.
Dampak dari persepsi buruk itu lah yang sangat membuat miris, karena disini kita bisa melihat sebuah ke ekstriman hati yang sedang berkabut iblis, contohnya orang tua yang tega membuang buah hatinya, meninggalkan secara sengaja di keramaian dan hiruk pikuk dunia. Sehingga mereka (anak) bukan terlahir sebagai "Anakku sayang" tetapi "Anakku Malang".
Harus berapa liter air mata yang mereka (anak) tumpahkan ketika mereka melihat seorang anak di gendong orang tuanya, dihujani kasih sayang dan mandi dengan permainan modern sedangkan ketika dia menengok dirinya sendiri, dia hanya merasa bahwa dia kain kumal yang dibuang pemiliknya.
Saudaraku semua yang kusayangi, tengoklah kembali Tujuan Tuhan menghadirkan mereka (anak) di tengah kita, sehingga kita mampu menyayangi mereka dan menyadari bahwa mereka begitu berarti.
Jika engkau orang tua, tanamkan dalam hatimu seperti ini "Anakku, Malaikat kecilku yang diberikan Tuhan Untukku, kan ku sayangi selalu sekalipun sayapnya mampu membuatnya terbang tinggi"
Jika engkau seorang anak, katakan"Aku seorang Malaikat yang dihadirkan Tuhan untuk orang tuaku, sayapku tak boleh patah karena sayapku untuk mereka"
Semoga jadi wacana yang bermanfaat :)
okay,,,bye and,,,
see u @ the next posting


0 komentar:
Posting Komentar